Ada orang-orang hidup tanpa hirarki sosial, tanpa hak kebangsawanan atas tanah atau monarki, kadang bahkan tanpa pemukiman atau kota-kota. Tidak perlu waktu lama untuk menyimpulkan bahwa inilah sesungguhnya kondisi 'alamiah manusia'.

Senin, 25 Februari 2008

LELAKI PERTAMA DALAM HIDUPKU

Dialah lelaki yang pertama menyentuh diriku
Aku tak menagada-ada, memang dialah
Dialah lelaki pertama yang berani mencium pipiku
Memeluk tubuhku, memberikanku kehangatan
Sampai kapanpun tak akan pernah kulupa sosok lelaki itu
Bahkan keterlaluan jika aku tega melupakannya
Dia selalu hadir memberikanku keceriaan tersendiri
Berbeda dengan lelaki lain
Aku mencintainya
Aku menyayanginya
Aku yakin
Sangat yakin
Diapun begitu terhadapku
Ya...kami saling menyayangi
Delapan belas tahun ia mengenalku
Melebihi aku mengenali diriku sendiri
Namun aku baru mengenalnya ketika ia telah mengenalku lebih dahulu
Bukan salahku
Karena aku baru bisa memanggilnya ”etta” saat aku berumur satu tahun

Kamis, 07 Februari 2008

after BSS



Untuk kedua kalinya saya memasuki Baruga Petterani.

Yup setelah acara Penerimaan Mahasiswa Baru tanggal 16 agustus 2007 lalu, kini saya mengikuti kegiatan BSS(Basic Study Skill) yang wajib diikuti seluruh mahasiswa baru.

Sebenarnya apa sih BSS itu? Awalnya saya berpikir seperti itu, namun setelah mendapat penjelasan dari sang ketua panitia, saya menjadi mengerti betapa pentingnya diadakan BSS itu. Entah bagaimana teman-teman yang lain menaggapinya, karena awalnya saya mendengar banyak teman yang mengeluh karena harus mengorbankan waktu liburannya hanya untuk duduk seharian menerima materi. Untungnya saya tidak berpikir seperti itu, saya betul-betul merasa ini memang wajib ada untuk seorang mahasiswa, karena materinya betul-betul dibutuhkan oleh seorang mahasiswa. Saya merasa beruntung UNHAS mau mengadakan kegiatan seperti ini. BSS ini diadakan mulai tanggal 21 sampai 25 januari 2008. Hari pertama diadakan di Baruga Pettarani, selanjutnya diadakan di tiap-tiap fakultas.

Materi-materi BSS antara lain:

-Hakikat Belajar

-Transformasi Metoda Pembelajaran dari ”Teaching” menuju ”Learning”

-Perangkat Belajar pada Manusia dan UpayacPemeliharaannya

-Keterampilan mengikuti kuliah

-Motivasi balajar

-Paradigma waktu

-Mind-set belajar

-Menangani procrastinasi

-Manajemen Stress

Pokoknya banyak deh.

Materi-materi tersebut sayangnya tidak semua kupahami dan kutangkap dengan jelas, karena sebagian pemateri membawakan materi dengan cara yang kurang menarik, apalagi jika materi yang dibawakan saat-saat kami mulai mengantuk, fyuh...

Tapi tak apalah, toh saya bisa belajar kembali dengan banyak cara. Untungnya kami dibagikan CD yang berisi tentang seluruh materi BSS, seandainya pun ada yang kurang saya mengerti, saya tinggal ke pemateri yang meurutku bisa menerangkannya dengan baik, atau saya langsung saja pada si penyusun materinya, mudah-mudahan semudah yang saya bayangkan.

Ternyata BSS ini sengaja dirancang sedemikian rupa dan diadakan setelah semester pertama berakhir karena bertujuan untuk bisa menjadi pembanding hasil belajar kami antara sebelum dan setelah kami mengikuti BSS.

Kalau saya tidak usah ditanya lagi, Insya Allah hasil belajar saya akan meningkat mulai semester dua nanti dan seterusnya. Karena saya sudah mengubah mind set saya, saya sudah tahu bagaiaman cara belajar, berkonsentrasi, dan membuat catatan yang benar. Juga saya semakin mantap menentukan tujuan hidup saya dengan jurusan yang saya pilih sendiri, bukan karena desakan orang tua atau karena gengsi. Pokoknya saya akan betul-betul berusaha menjadi mahasiswa yang berilmu dan memiliki skill yang baik.

Semangat, semangat, semangat.

BSS keren abis deh...

Thanks tuk semua yang ada di belakang layar BSS.

Kalau boleh tahun depan saya ikut lagi dong...tapi gratis ya...

He...he...he...

Jumat, 01 Februari 2008

Jurusan Terbaik Adalah...

Ukkhhhhh…..hari ini aku jengkel banget, kenapa seh semua orang sejak dulu selalu meremehkan pilihanku. Salah satu Paman yang sudah agak lama tidak bertemu denganku kembali membuatku down ketika mengetahui bahwa jurusan yang saya pilih adalah sastra Jepang, dia bilang ”Gimana ke depannya? Mau jadi apa?”
Huh…katanya orang berpendidikan, lantas kenapa ia seakan tidak tahu tentang hal seperti itu, bahwa tiap manusia terlahir di tiap bidang yang bebeda-beda, mana mungkin semua orang akan menjadi dokter (jurusan ideal di mata sebagian orang) di dunia ini. Arrrrrrrrrgggggghhhhhh…….
Tapi ada baiknya juga sih hal itu terjadi, semangat saya untuk bisa berhasil semakin menggebu-gebu. Saya akan buktikan bahwa memang yang menentukan seseorang berhasil adalah dirinya sendiri, dan saya akan berhasil. Insya Allah.
Please deh buat pembaca yang juga punya anggapan sama dengan Pamanku itu, mulai sekarang buang jauh-jauh pikiran seperti itu. Semua pilihan itu tak ada yang buruk, kecuali salah pilih. Toh banyak orang yang berhasil bukan karena dia pintar ber-Matematika atau sejenisnya, melainkan karena ia bisa menguasai bidangnya.
Ingat satu hal, jangan melihat dari jurusan apa dia tetapi keahlian apa yang ia miliki.
Semua profesi di dunia ini kan saling berkaitan, jadi tak akan bisa berjalan jika salah satunya tak ada yang mengerjakan.
Ada anggapan bahwa jurusan Exact itu adalah yang terbaik.
Siapa bilang?
Dunia ini membutuhkan orang-orang sosial dan seni agar tampak indah.
Dunia ini mebutuhkan ahli hukum, politik, dan pemerintahan agar bisa mengatur berjalannya proses hidup kita di dunia. Akan kacau jika tak ada yang mengaturnya.
Dunia ini membutuhkan pakar-pakar bahasa agar bisa mempererat hubungan antara negara yang satu dan yang lainnya.
Pokoknya semua dibutuhkan deh, jadi tak ada yang lebih baik di banding yang lain.
Pecundang orang yang suka meremehkan orang lain, memangnya dia sudah sempurna apa?! Mending urus diri sendiri tuh...